Bengkalis | Hukum Kriminal.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Dusun Tambusu, Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, masih menyisakan sejumlah titik api.
Untuk mengantisipasi munculnya kembali api di kawasan tersebut.Tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan pada Selasa (11/8/2026)
Penanganan karhutla telah memasuki hari ketiga. Lokasi kejadian berada di Jalan Reformasi, RT 002/RW 006, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 12 hektare. Hingga saat ini, sekitar 3,5 hektare telah berhasil dipadamkan.
Area yang terdampak merupakan lahan milik masyarakat, Vegetasi di lokasi didominasi semak belukar dan tanaman sawit yang tidak terawat. Kondisi tanah yang kering membuat material mudah terbakar, sementara angin kencang berpotensi membawa bara ke bagian lahan lainnya.
Melihat kondisi tersebut, petugas tidak hanya berkonsentrasi pada pemadaman api yang terlihat, tetapi juga melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk mengurangi potensi munculnya api baru.
Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan, S.I.K., M.Si., menyampaikan, di hari ke tiga ini, bersama personel gabungan dalam pelaksanaan pemadaman dan pendinginan, Alhamdulillah sekitar 3,5 hektare telah berhasil dipadamkan.jelasnya
Sebanyak 39 personel dari berbagai unsur dikerahkan, yakni Polsek Pinggir, BKO Polres Bengkalis, Koramil 03 Mandau, Manggala Agni Daops Dumai, MPA, dan BPBD Kecamatan Pinggir.
Sumber air untuk pemadaman berasal dari kanal yang berada di sekitar lokasi. Petugas juga didukung tujuh unit mini straker, 40 rol selang 1,5 inci, tujuh nozzle, serta satu unit water bombing. Tambahnya
Dalam proses penanganan, petugas masih menemukan titik api dan asap pada bagian lahan yang sebelumnya terbakar, khususnya pada sisa kayu. Kondisi ini menjadi alasan dilakukannya pendinginan secara berkelanjutan.
Tim juga melakukan pengecekan tempat kejadian, mengumpulkan keterangan dari saksi, mendokumentasikan kondisi lapangan, serta membuat laporan terkait kejadian tersebut.terangnya.
Lokasi karhutla tercatat berada pada koordinat N 1.09012 dan E 101.11684. Dalam satu hamparan juga terdapat tiga titik FS yang berkaitan dengan hotspot yang terdeteksi pada 10 Agustus 2026.
Kegiatan hari ketiga berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Pemadaman dan pendinginan akan dilanjutkan pada hari berikutnya guna memastikan kondisi lahan benar-benar aman.
Sampai kegiatan selesai, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Adapun penyebab karhutla masih dalam penyelidikan pihak berwenang. jhon
(HK)
