Hukum krminal My.Id| Bagan Jawa
Komitmen Bakal Calon Penghulu Bagan Jawa Tahun 2026, Zulpakar, SE., M.Si, untuk membangun Kepenghuluan Bagan Jawa terus mendapat perhatian masyarakat. Tidak hanya menyatakan kesediaannya untuk tidak menerima gaji dan tunjangan jabatan sebagai penghulu apabila terpilih, Zulpakar juga kembali menyampaikan sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Selain berkomitmen menggratiskan pengurusan Surat Keterangan Tanah Register (SKTR) dan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) untuk masyarakat, Zulpakar juga menegaskan bahwa seluruh staf dan perangkat kepenghuluan yang saat ini bertugas tidak akan diberhentikan, tidak akan dirotasi, serta tidak akan diganti tanpa alasan yang jelas dan objektif.
Di bidang pendidikan, Zulpakar berjanji akan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik melalui program bantuan pembiayaan pendidikan.
Dalam sektor infrastruktur dasar, Zulpakar mencanangkan program pembangunan sumur bor air bersih di berbagai titik lingkungan Kepenghuluan Bagan Jawa. Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih yang layak.
Beberapa lokasi yang menjadi prioritas pembangunan sumur bor di antaranya Jalan Sempurna, Jalan Makmur, Jalan Sidodadi, Jalan Sidomulyo, Jalan Tempe, Jalan Musholla, Jalan Karya Enggel, Jalan Jambu, Jalan Satria Tangko, serta jalan-jalan lingkungan lainnya yang membutuhkan fasilitas air bersih.
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, program sumur bor akan menjadi salah satu prioritas utama yang akan kita perjuangkan melalui Dana Kepenghuluan, program pemerintah pusat maupun dukungan CSR perusahaan," ujar Zulpakar.
Selain air bersih, Zulpakar juga menaruh perhatian serius terhadap kondisi penerangan jalan di lingkungan Kepenghuluan Bagan Jawa. Berdasarkan hasil peninjauannya di lapangan, masih banyak ruas jalan yang minim penerangan meskipun fasilitas tiang lampu telah tersedia.
Menurutnya, pembenahan dan penggantian lampu jalan yang rusak dapat dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan sehingga masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih aman dan nyaman pada malam hari.
"Kondisi jalan yang gelap berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan menghambat aktivitas masyarakat. Oleh sebab itu, penerangan jalan menjadi salah satu fokus pembenahan yang akan kami lakukan," tegasnya.
Tidak hanya itu, Zulpakar juga berkomitmen melakukan pembangunan fisik jalan secara merata hingga ke gang-gang kecil yang selama ini belum tersentuh pembangunan maksimal. Program semenisasi jalan lingkungan menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas masyarakat.
Persoalan drainase juga menjadi perhatian serius. Setelah melakukan peninjauan langsung ke berbagai wilayah, Zulpakar mengaku prihatin melihat masih banyak kawasan yang belum memiliki saluran drainase yang memadai.
Untuk itu, dirinya berjanji akan memperjuangkan pembangunan drainase secara bertahap dan merata guna mengurangi genangan air, meningkatkan sanitasi lingkungan, serta menjaga kualitas infrastruktur jalan agar lebih tahan lama.
Di sektor ekonomi dan ketahanan pangan, Zulpakar turut menggagas program penyediaan tanah kebun masyarakat yang akan dikelola secara kelompok dengan pendampingan dan pengawasan pemerintah kepenghuluan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Berbagai program yang ditawarkan tersebut merupakan bentuk keseriusan Zulpakar dalam mewujudkan Kepenghuluan Bagan Jawa yang lebih maju, tertata, sejahtera, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Kami ingin menghadirkan pemerintahan yang melayani, transparan, dan benar-benar hadir untuk masyarakat. Seluruh program yang kami tawarkan berangkat dari kebutuhan riil yang disampaikan warga selama turun langsung ke lapangan," tutup Zulpakar.
