Hukum krminal My.Id| Pekanbaru,
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Riau memperingati Dies Natalis ke-72 dengan menggelar kegiatan bertajuk kebangsaan yang sarat pesan demokrasi dan isu strategis daerah. Kegiatan yang mengusung tema "Menumbuhkan Kesadaran dan Kebebasan Demokrasi dalam Ruang Diskusi yang Kritis dan Inklusif" ini berlangsung di rumah dinas Ketua DPRD Provinsi Riau, Jalan Sisingamangaraja, Pekanbaru, Kamis (23/4/2026) malam.
Ketua DPD GMNI Provinsi Riau, Teguh Azmi, menegaskan bahwa semangat demokrasi harus terus dirawat dan tidak boleh terpisahkan dari gerakan mahasiswa, khususnya GMNI.
"Semangat inilah yang kita gaungkan kembali. Demokrasi tidak bisa dipisahkan dari GMNI. Berbeda pendapat, berbeda pilihan itu hal yang biasa dalam kehidupan demokrasi," ujar Teguh.
Ia menekankan bahwa kader GMNI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai demokrasi sekaligus menjadi pengontrol sosial di tengah masyarakat.
"Sebagai kader, kita harus menjadi teladan, mulai dari kontrol sosial di tingkat lokal hingga nasional," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Teguh juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai program yang dijalankan oleh Polda Riau, termasuk inisiatif Green Policing sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami mendukung program-program Polda Riau. Salah satunya Green Policing sebagai upaya pengijauan dan menjaga keseimbangan lingkungan," ungkapnya.
Selain itu, ia turut menyoroti persoalan agraria yang masih menjadi tantangan serius di Riau. Menurutnya, konflik lahan harus ditangani secara adil dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan gejolak sosial.
Teguh juga menyinggung pentingnya langkah tegas dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat Riau kerap diidentikkan dengan bencana kabut asap.
"Upaya pencegahan karhutla harus ada ketegasan dan keseimbangan. Apalagi Riau dikenal sebagai provinsi penghasil asap, ini harus menjadi perhatian serius bersama," tegasnya.
Tak hanya itu, GMNI Riau juga mendorong penguatan dalam pemberantasan narkoba dan premanisme di wilayah tersebut. Ia menilai, penanganan kedua persoalan itu harus dilakukan secara profesional dengan evaluasi berkelanjutan.
"Pemberantasan narkoba dan premanisme di Provinsi Riau harus diperkuat, dilakukan secara profesional, dan terus dievaluasi," ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Teguh menegaskan komitmen GMNI untuk mendukung penegakan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Riau.
"Kita juga mendukung penegakan hukum dan kamtibmas agar tetap kondusif," pungkasnya.
