Hukum kriminal my.idJAKARTA – Kekayaan budaya daerah kembali mewarnai panggung nasional. Bahasa Ocu, bahasa khas masyarakat Kampar, Provinsi Riau, kini menggema di layar kaca nasional melalui ajang bergengsi Cahaya Muda Indonesia yang ditayangkan oleh iNews TV.
Adalah DuoZ Zaskia dan Zahrani, duo dai muda asal Desa Sendayan, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, yang tampil membawa dakwah dengan sentuhan Bahasa Ocu. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai peserta kompetisi, tetapi juga sebagai representasi generasi muda daerah yang percaya diri mengangkat identitas lokal ke panggung nasional.
DuoZ dijadwalkan tampil pada Sabtu dan Minggu, 21 Februari hingga 8 Maret 2026, termasuk pada malam penentuan atau babak tereleminasi akhir pekan ini. Penampilan mereka dinantikan tidak hanya oleh masyarakat Kampar, tetapi juga oleh warga Riau secara umum yang bangga melihat putri daerah tampil di ajang nasional.
Di balik semangat dan keberanian mereka, tersimpan kisah perjuangan yang menginspirasi. DuoZ merupakan anak yatim piatu yang tumbuh dalam keterbatasan, namun tidak pernah menyerah pada keadaan. Pesan terakhir orang tua mereka sebelum wafat menjadi pegangan hidup yang terus mereka ingat: dalam kondisi apa pun, tidak boleh lemah dan harus tetap kuat menghadapi kehidupan.
Semangat itu pula yang mengantarkan keduanya menempuh pendidikan tinggi. Zahrani tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Bangkinang. Sementara Zaskia melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Padang. Keduanya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan dan prestasi.
Partisipasi DuoZ dalam Cahaya Muda Indonesia menjadi simbol kebangkitan generasi muda daerah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap dakwah dan pelestarian budaya lokal. Dengan menggunakan Bahasa Ocu dalam penyampaian pesan-pesan keagamaan, mereka menghadirkan nuansa berbeda di tengah kompetisi nasional yang diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Langkah DuoZ di panggung nasional juga menjadi momentum penting bagi pengenalan budaya Kampar secara lebih luas. Bahasa Ocu yang selama ini hidup dan berkembang di tengah masyarakat lokal, kini mendapat ruang lebih besar untuk dikenal publik nasional.
DuoZ berharap doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Mereka ingin membuktikan bahwa generasi muda daerah mampu bersaing secara nasional tanpa meninggalkan identitas dan akar budaya.
Kisah DuoZ Zaskia dan Zahrani bukan sekadar tentang kompetisi, melainkan tentang perjuangan, keteguhan hati, dan keberanian membawa nama daerah ke panggung Indonesia. Bahasa Ocu kini tak hanya terdengar di tanah Kampar, tetapi juga menggema ke seluruh penjuru negeri melalui layar televisi nasional.
✍️✍️✍️✍️Lehan

