Hukum krminal My.Id| DUMAI TIMUR
Terang-terangan Praktik penyalahgunaan minyak subsidi masih tetap beroprasi di daerah Dumai timur tepat nya di depan mapolsek Dumai kota dengan nomor SPBU 14,288,614.
Pada hari Sabtu tanggal 26 September 2026 pihak media sudah melakukan investigasi di area SPBU tersebut,pihak media menemukan kejanggalan,dan banyak nya antrian mobil langsir jenis koldisel dan kijang lama.di duga adanya bekingan dari oknum TNI dan Polsek Dumai timur.
Timbul pertanyaan besar di tengah masyarakat,ada dugaan pembiaran dari pihak Polsek Dumai timur,Polsek Dumai kota dan oknum TNI yang ikut mendapat kan upeti dan membeckingi,atau dugaan pihak Polsek Dumai timur mendapat setoran dari SPBU tersebut.
Masyarakat meminta mabes polri dan mabes TNI untuk segera turun tangan mengatasi hal hal seperti ini,dan sekaligus menindak lanjuti oknum anggotanya setiap institusi yang nakal.
Jika benar ada kerja sama antara oknum SPBU nomor 14,288,614 dengan mafia pelansir dan Polsek Dumai timur maka ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan sudah sistematis dan terukur,ini sudah bentuk pengkhianatan terhadap hak rakyat.
Aparat Penegak Hukum (MABES POLRI) dan ( MABES TNI ) diminta tidak tutup mata terutama bapak jendral Listiyo Sigit Prabowo DAN PANGLIMA TNI segera turun melakukan penyelidikan menyeluruh. Mulai dari pemeriksaan CCTV, data penjualan BBM, kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang, hingga dugaan keterlibatan oknum internal SPBUdan aparat nya yg ikut merasakan uang dari penderitaan masyarakat, harus segera dibongkar secara transparan.
Masyarakat juga mempertanyakan mengapa praktik seperti ini seolah sulit disentuh hukum? Berarti sudah ada kerjasama antara pihak SPBU,pelangsir dan aparat penegak hukum nya sudah bekerja sama, padahal kejadian serupa sudah berulang kali menjadi sorotan di berbagai daerah di Dumai timur tersebut.
“Kalau memang tidak ada permainan, kenapa aktivitas pelansir masih terus bebas terjadi? MABES POLRI dan MABES TNI jangan hanya diam melihat hak masyarakat dirampas mafia BBM, DAN OKNUM SEMUA APARAT YANG MENIKMATI” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Praktik mafia BBM subsidi bukan hanya merugikan negara, tetapi juga membuat masyarakat kecil kesulitan mendapatkan bahan bakar. Antrean panjang dan kelangkaan BBM diduga menjadi dampak nyata dari ulah para pelansir.
Masyarakat berharap aparat bertindak tegas tanpa pandang bulu. Jika ditemukan adanya keterlibatan oknum SPBU maupun pihak lain, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku agar menjadi efek jera danPenyelewengan BBM bersubsidi di SPBU 14,288,614 di duga sudah ada setoran ke Kapolsek Dumai timur,jika Kapolda riau tidak mampu atau ada nya pembiaran di minta Kapolri Listyo Sigit prabowo mencopot Kapolsek Dumai timur.
