HUKUM KRIMINAL MY.ID_BANDA ACEH
Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh melalui Subdit Kamsel terus meningkatkan upaya edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas pengemudi ojek online (ojol).
Kegiatan penyuluhan dan himbauan tertib berlalu lintas dilaksanakan kepada komunitas ojol yang beraktivitas di Terminal Tipe A Batoh, Kota Banda Aceh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Ditlantas Polda Aceh dalam membangun budaya tertib berlalu lintas serta meningkatkan kesadaran para pengemudi angkutan umum dan transportasi berbasis aplikasi terhadap pentingnya keselamatan di jalan.
Kegiatan dipimpin oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh Kompol Indra Lukman Prabowo, S.H., S.I.K., M.Si., bersama personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh.
Dalam kegiatan tersebut, personel memberikan penyuluhan dan edukasi kepada para pengemudi ojol mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, mematuhi batas kecepatan, memperhatikan kondisi kendaraan sebelum beroperasi serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan penumpang.
Selain itu, para pengemudi juga diimbau untuk tidak berhenti atau menunggu penumpang di lokasi yang dapat mengganggu arus lalu lintas, tidak melawan arus, tidak menerobos lampu lalu lintas serta tetap menghormati pengguna jalan lainnya.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh Kompol Indra Lukman Prabowo menyampaikan bahwa komunitas ojol memiliki peran strategis dalam menciptakan budaya keselamatan berlalu lintas di Kota Banda Aceh.
“Pengemudi ojol merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh pengemudi ojol untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan memberikan contoh berkendara yang tertib, disiplin dan mengutamakan keselamatan,” ujar Kompol Indra.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan.
“Kita ingin membangun kesadaran bahwa tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang, tetapi karena adanya kesadaran untuk melindungi diri sendiri, penumpang dan pengguna jalan lainnya. Satu tindakan disiplin di jalan dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, personel Subdit Kamsel juga mengingatkan para pengemudi ojol agar tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh sedang lelah atau mengantuk. Para pengemudi diminta mengatur waktu kerja dan istirahat dengan baik sehingga tetap mampu berkendara dalam kondisi prima.
Pengemudi juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi, khususnya kondisi rem, ban, lampu, spion, klakson serta kelengkapan kendaraan lainnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Deden Supriyatna Imhar, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa edukasi kepada komunitas ojol merupakan bagian dari strategi keselamatan lalu lintas yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Ditlantas Polda Aceh.
“Komunitas ojol merupakan mitra penting dalam menciptakan keselamatan lalu lintas. Mobilitas mereka sangat tinggi sehingga kami berharap para pengemudi dapat menjadi contoh dan pelopor keselamatan bagi masyarakat,” tegas Dirlantas Polda Aceh.
Menurutnya, pendekatan edukatif dan persuasif harus terus dikedepankan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Kami tidak hanya ingin masyarakat tertib karena adanya penegakan hukum, tetapi lebih jauh membangun kesadaran dari dalam diri setiap pengguna jalan. Ketika kesadaran sudah tumbuh, maka keselamatan akan menjadi kebutuhan bersama,” tambahnya.
Ditlantas Polda Aceh juga mengajak komunitas ojol untuk ikut berperan aktif menyampaikan pesan-pesan keselamatan lalu lintas kepada keluarga, penumpang dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Para pengemudi diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan lalu lintas, khususnya dalam memberikan contoh penggunaan helm yang benar, berkendara dengan kecepatan aman, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.
Pihak komunitas ojol menyambut positif kegiatan penyuluhan tersebut. Mereka menilai edukasi keselamatan lalu lintas sangat bermanfaat karena para pengemudi ojol memiliki intensitas tinggi dalam menggunakan kendaraan di jalan raya.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Ditlantas Polda Aceh. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pengemudi ojol. Kami diingatkan kembali untuk selalu mengutamakan keselamatan, baik keselamatan diri sendiri maupun penumpang,” ujar salah seorang perwakilan komunitas ojol.
Para pengemudi juga berharap kegiatan penyuluhan dan pembinaan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sehingga terjalin komunikasi yang semakin baik antara kepolisian dengan komunitas ojol.
Melalui kegiatan tersebut, Ditlantas Polda Aceh berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan komunitas ojol dan berbagai elemen masyarakat guna mewujudkan Kamseltibcarlantas, menekan potensi kecelakaan lalu lintas serta menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman, tertib dan berkeselamatan di wilayah hukum Polda Aceh.
Kegiatan penyuluhan dan himbauan kepada komunitas ojol di Terminal Tipe A Batoh berlangsung dalam suasana tertib, aman dan lancar.
