Hukum Kriminal My.Id| PEKANBARU
Khairul Fitra Ramadhan, menyampaikan sikap tegasnya terhadap pelaksanaan Pemira FAI UIR yang sedang berlangsung.
Ia menekankan bahwa Pemira bukan hanya sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebuah momentum penting dalam menentukan arah demokrasi dan masa depan mahasiswa di lingkungan FAI UIR.
Menurutnya, seluruh proses Pemira harus dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, dan transparansi. Ia mengingatkan bahwa tidak boleh ada bentuk kecurangan, tekanan, ataupun keberpihakan dari pihak manapun yang dapat mencederai demokrasi kampus.
“Jangan ada ketidakadilan dalam Pemira ini. Setiap suara mahasiswa adalah amanah yang harus dijaga. Jika ada upaya untuk memanipulasi, mengarahkan, atau mencurangi proses ini, maka itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai demokrasi,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak bersikap apatis. Menurutnya, diam adalah bentuk pembiaran terhadap ketidakadilan.
Mahasiswa harus berani bersuara, mengawasi, dan mengawal setiap tahapan Pemira agar tetap berada pada jalur yang benar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa integritas penyelenggara Pemira juga menjadi kunci utama.
Jika penyelenggara tidak netral dan tidak profesional, maka kepercayaan mahasiswa akan runtuh, dan demokrasi kampus akan kehilangan maknanya.
“Pemira ini milik kita bersama. Jangan biarkan kepentingan segelintir orang merusak harapan banyak mahasiswa. Kita ingin pemimpin yang lahir dari proses yang bersih, bukan dari kecurangan,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Khairul Fitra Ramadhan mengajak seluruh elemen mahasiswa FAI UIR untuk bersatu menjaga marwah demokrasi kampus.
“Kawal Pemira, Lawan Ketidakadilan, dan Tegakkan Kebenaran!” pungkasnya.
