Hukumkriminalmy.idKampar – Suasagna penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti acara syukuran keberangkatan ke Tanah Suci yang digelar oleh keluarga besar Bapak Zul Heri dan Ibu Nimar di Air Tiris, Desa Penyasawan, Kecamatan Kampar, Jumat (10/4/2026).
Acara yang dilaksanakan usai salat Jumat tersebut berlangsung khidmat dan sarat nuansa religius. Warga sekitar tampak berbondong-bondong menghadiri kegiatan tersebut untuk memberikan doa restu, sekaligus menyampaikan rasa turut bahagia atas kesempatan yang diperoleh pasangan tersebut untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci Mekkah.
Kediaman Bapak Zul Heri dipenuhi oleh keluarga besar, tetangga, serta tokoh masyarakat setempat. Tangis haru dan doa mengiringi momen tersebut, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Momen istimewa ini semakin bermakna dengan adanya peran sang anak, Febry, yang telah sukses mengembangkan usaha ternak ikan. Dengan niat tulus sebagai bentuk bakti kepada orang tua, Febry berkomitmen memberangkatkan kedua orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji yang di jadwalkan keberangkatan nya tgl 26 April 2026. Langkah tersebut pun mendapat apresiasi dan pujian dari masyarakat, karena dinilai sebagai contoh nyata pengabdian anak kepada orang tua.
Dalam sambutannya, pihak keluarga menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas nikmat dan kesempatan yang diberikan. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan memberikan doa serta dukungan.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar perjalanan ibadah ini diberikan kelancaran, kesehatan, serta dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” ujar perwakilan keluarga dalam sambutannya.
Secara keagamaan, berbakti kepada orang tua merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Salah satu bentuk bakti yang memiliki keutamaan besar adalah membantu atau memfasilitasi orang tua untuk menunaikan ibadah haji. Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa amalan tersebut dapat mendatangkan pahala besar serta keberkahan rezeki bagi anak yang melaksanakannya.
Selain menjadi bentuk rasa syukur, kegiatan syukuran ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menunjukkan tingginya solidaritas sosial serta kepedulian terhadap sesama di lingkungan tersebut.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon agar seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci berjalan lancar, diberikan kesehatan, keselamatan, serta menjadi haji yang diterima di sisi Allah SWT. Doa juga dipanjatkan bagi keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberikan keberkahan dan perlindungan.
Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai keikhlasan, pengorbanan, serta bakti kepada orang tua dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
✍️✍️✍️ Lehan
