Hukum kriminalmy.idKAMPAR – Pemerintah Desa Sawah, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Desa Sawah, Edi Wirnata, secara langsung menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan dan potensi bencana yang dapat timbul akibat cuaca yang tidak menentu.
Dalam keterangannya kepada media, Edi Wirnata menyebutkan bahwa fenomena perubahan cuaca yang ditandai dengan panas terik, angin kencang, serta kondisi kering berkepanjangan atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai “gombak golino”, menjadi perhatian serius pemerintah desa. Kondisi tersebut dinilai sangat rentan memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Kami mengingatkan seluruh masyarakat Desa Sawah, khususnya yang berada di wilayah hukum Polsek Kampar, untuk selalu waspada. Perubahan cuaca saat ini cukup ekstrem, sehingga diperlukan langkah pencegahan bersama agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan,” ujar Edi Wirnata.
Ia menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah desa tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga mendorong adanya kesadaran kolektif agar masyarakat ikut serta dalam pengawasan dan pencegahan dini terhadap potensi kebakaran.
Sebagai langkah konkret, Kepala Desa Sawah menyampaikan empat poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh warga, yakni:
Pertama, masyarakat diminta untuk secara rutin memantau areal perkebunan maupun lahan milik pribadi. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat potensi kebakaran, sehingga dapat segera ditangani sebelum meluas.
Kedua, warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain melanggar aturan, cara tersebut sangat berisiko tinggi menyebabkan kebakaran besar, terutama dalam kondisi cuaca panas dan angin kencang seperti saat ini.
Ketiga, masyarakat diminta tidak mengabaikan kebakaran kecil yang terjadi di lahan kosong atau lahan tidur. Kebakaran yang terlihat kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan apabila tidak segera dipadamkan.
Keempat, warga juga diingatkan untuk menghemat penggunaan air dan energi. Hal ini penting mengingat potensi kekeringan yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem, sehingga ketersediaan sumber daya harus dijaga dengan baik.
Lebih lanjut, Edi Wirnata juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh pemuda, dan perangkat desa, untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, guna memperkuat upaya pencegahan.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima imbauan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan. Jika ada tanda-tanda kebakaran atau kondisi yang mencurigakan, segera laporkan kepada pemerintah desa atau pihak berwenang,” tambahnya.
Pemerintah Desa Sawah juga berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi serta patroli rutin di wilayah-wilayah rawan karhutla. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan dalam melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan seluruh masyarakat Desa Sawah semakin meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap kondisi sekitar, sehingga potensi bencana dapat diminimalisir dan kehidupan masyarakat tetap aman, nyaman, serta kondusif di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.
✍️✍️✍️✍️Lehan
